Ilustrasi Bansos PKH
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) resmi melakukan pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) untuk periode April 2026. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) pada triwulan kedua tahun ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah melakukan pertemuan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (13/4/2026) untuk membahas hasil pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini bertransformasi menjadi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam proses verifikasi terbaru, pemerintah menemukan adanya inclusion error, yakni adanya individu atau keluarga yang sudah tidak lagi memenuhi kriteria namun masih terdaftar sebagai penerima. Akibatnya, belasan ribu kepesertaan terpaksa dihapus dari daftar.
“Sebanyak 11.144 penerima atau 0,06 persen dari penerima bansos sebelumnya akan dikeluarkan dari daftar,” ulas narator melalui kanal Youtube Kemensos RI, Selasa (14/4/2026).
Meski terdapat pencoretan, hasil pemutakhiran DTSEN juga mencatat adanya penambahan penerima baru dari kelompok rentan. Lebih dari 25.000 keluarga kini masuk dalam kategori desil 1 hingga 4, yang merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dan berpotensi menerima bansos pada periode selanjutnya.
Hingga saat ini, total data individu yang tercatat dalam DTSEN mencapai lebih dari 289,3 juta jiwa dari 95,3 juta keluarga. Data yang telah terintegrasi dengan Ditjen Dukcapil Kemendagri ini juga akan dimanfaatkan untuk menjangkau peserta didik dalam program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026-2027.

















































