FAJAR.CO.ID - Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan (Dishub Sulsel) menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 210 personel akan disiagakan di titik-titik rawan kemacetan di wilayah Sulsel, termasuk di Jalan Perintis, jalur wisata, serta pusat perbelanjaan dan mal yang diprediksi mengalami lonjakan kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Erwin Terwo, menegaskan bahwa penempatan personel ini difokuskan pada lokasi dengan potensi kepadatan tinggi, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Selain itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas juga akan diperkuat di sejumlah masjid yang menggelar Salat Idul Fitri, dengan koordinasi erat bersama pemerintah kabupaten/kota.
Posko Terpadu di Titik Strategis
Lebih lanjut, Dishub Sulsel juga membentuk posko terpadu di beberapa titik strategis seperti pelabuhan, bandara, Simpang 5, dan wilayah rawan kemacetan lainnya seperti Maros Simpang 3. Posko ini merupakan kelanjutan dari upaya tahun sebelumnya yang terbukti efektif dalam mengelola arus mudik.
"Pembentukan posko terpadu juga ada beberapa titik. Sama dengan tahun lalu, posko itu di pelabuhan, bandara, Simpang 5. Begitu juga titik rawan kemacetan di Maros Simpang 3," jelas Erwin saat ditemui di kantornya.
Antisipasi Kemacetan di Wilayah Rawan
Erwin menjelaskan bahwa wilayah Maros, terutama di Simpang 3 dan kawasan Camba, sering mengalami kemacetan parah yang bisa berlangsung berjam-jam selama musim mudik. Untuk itu, Dishub Sulsel bekerja sama dengan Dishub kabupaten/kota dan kepolisian guna melakukan mitigasi dan pengaturan lalu lintas yang lebih ketat.
















































