Perang Lawan Iran, Jepang dan Australia Tolak Permohonan Donald Trump untuk Mengerahkan Militer ke Teluk Persia

6 hours ago 7
Presiden AS, Donald Trump - AP

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Presiden AS, Donald Trump dilaporkan sedang berupaya membentuk koalisi negara-negara untuk membuka kembali Selat Hormuz, menurut laporan Axios, mengutip beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut. Gedung Putih berharap dapat mengumumkan koalisi tersebut akhir pekan ini.

Trump juga mempertimbangkan potensi perebutan depot minyak utama Iran di Pulau Kharg jika kapal tanker terus diblokir di Teluk Persia, kata para pejabat AS. Operasi semacam itu akan membutuhkan pasukan Amerika di lapangan.

Blokade selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas global dengan membatasi ekspor dari negara-negara Teluk, sementara Iran terus mengizinkan pengiriman minyak mentahnya sendiri ke negara-negara seperti China. Sumber-sumber mengatakan gangguan yang sedang berlangsung membatasi pilihan Trump untuk mengakhiri konfrontasi, bahkan jika ia menginginkannya.

Pada akhir pekan, Trump meminta bantuan internasional untuk mengamankan Selat tersebut. Pada hari Sabtu, ia memposting di Truth Social bahwa AS dan beberapa negara lain akan mengirim kapal perang untuk membuka kembali pelayaran komersial dan mendesak negara-negara, termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris untuk bergabung dalam upaya tersebut.

Pada hari Minggu, berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan bahwa ia menuntut agar anggota NATO dan importir minyak utama lainnya membantu mengamankan rute tersebut. Ia menambahkan bahwa diskusi sedang berlangsung dengan tujuh negara (beberapa di antaranya telah menolak) dan menggambarkan misi tersebut sebagai kecil karena kemampuan militer Iran yang telah melemah.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |