Perbedaan Reaksi Warga Israel dan Iran saat Perang Terjadi, Antara Ketakutan dan Patriotisme

3 hours ago 7
Warga Iran turun ke jalan mendukung pemerintahannya.

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Konflik yang membara antara Israel dan Iran telah menciptakan situasi darurat kemanusiaan yang memaksa ribuan warga kedua negara menghadapi risiko besar.

Di Israel, banyak penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka yang hancur akibat serangan, sementara di Iran, sejumlah besar warga justru berbondong-bondong kembali ke tanah air meski ancaman rudal dan serangan AS-Israel masih berlangsung.

Pengungsian Massal Warga Israel di Tengah Kerusakan Infrastruktur

Kerusakan parah di Bandara Ben Gurion dan fasilitas transportasi lainnya membuat evakuasi warga Israel menjadi sangat sulit.

Ribuan orang memilih berlindung di bunker, namun banyak pula yang memutuskan untuk meninggalkan negara yang kini porak poranda.

Mereka mendaki perbukitan menuju perbatasan Jordania atau mencoba masuk ke negara-negara tetangga seperti Turki dan negara-negara Arab.

Namun, upaya pengungsian ini tidak selalu berjalan mulus. Di beberapa negara tujuan, para pengungsi Israel menghadapi penolakan keras.

"Kami tidak menerima orang-orang yang tangannya berlumuran darah anak-anak Palestina," kata seorang lelaki di Bandara Polandia saat melihat kedatangan warga Israel di terminal negaranya, dikutip Selasa (10/3/2026).

Solidaritas dan Kepulangan Warga Iran di Tengah Ancaman Serangan

Sementara itu, pemandangan berbeda muncul dari warga Iran. Ribuan orang Iran yang berada di luar negeri justru berusaha kembali ke negaranya meskipun situasi di Iran sangat rawan akibat serangan rudal dari AS dan Israel.

Salah satunya adalah pesepakbola Mehdi Terani yang meninggalkan klub Olympiacos di Eropa demi bergabung dengan rakyat Iran yang tengah menghadapi ancaman tersebut.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |