Perkiraan 1 Syawal NU, BMKG, BRIN, Muhammadiyah, dan Pemerintah, Lebaran Serentak?

5 hours ago 4
Ketupat Lebaran

FAJAR.CO.ID - Penentuan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 menjadi perhatian publik karena adanya perbedaan prediksi dari berbagai lembaga dan organisasi di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beragam metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, yang berdampak langsung pada tanggal perayaan Idulfitri.

Perbedaan Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah

Beberapa pihak utama yang menjadi rujukan dalam penentuan Lebaran antara lain Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama, serta lembaga ilmiah seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Setiap lembaga memiliki pendekatan berbeda yang menghasilkan tanggal Lebaran yang tidak selalu sama.

NU menggunakan metode rukyatul hilal yang mengandalkan pengamatan langsung terhadap hilal di berbagai titik di Indonesia. Penetapan tanggal Idulfitri didasarkan pada hasil pengamatan tersebut, biasanya mengikuti hasil sidang isbat pemerintah karena metode yang digunakan relatif sejalan.

"Keputusan akan menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir Ramadan. Jika hilal terlihat, maka 1 Syawal akan ditetapkan keesokan harinya. Jika tidak, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari," jelas perwakilan NU.

Prediksi Muhammadiyah dan Pendekatan Hisab

Sementara itu, Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi yang memungkinkan penentuan tanggal jauh hari sebelumnya. Berdasarkan hisab, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026 dengan kriteria wujudul hilal, tanpa menunggu hasil rukyat di lapangan.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |