Tiyo Ardianto
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gajah Mada (UGM) Tiyo Ardianto mengungkap hal menarik.
Ini berkaitan dengan penolakan langsung dari Tiyo saat mendapatkan undangan hadir langsung ke Istana Negara.
Hal ini diungkapnya saat hadir dalam sebuah sesi podcast di kanal YouTube Terus Terang Media beberapa waktu lalu.
Dalam pengakuannya Tiyo punya alasan penting melakukan penolakan untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Penolakan ke Istana
Ia secara gamblang menyatakan telah menolak undangan resmi dari Istana tersebut demi konsistensi perjuangan yang ia usung.
“Saya sudah diundang untuk ke istana di bulan Agustus dan saya menolaknya. Jadi enggak usah bicara kalau. Kita sudah pernah nolak itu,” kata Tiyo.
Lebih jauh lagi, ia mengatakan untuk kritik-kritik yang disampaikannya itu sudah dilakukan secara publik dan tanpa harus bertemu langsung.
“Seluruh yang kita sampaikan itu bisa ditonton sendiri oleh Presiden lewat podcast. Jadi enggak perlu ketemu," tuturnya.
Prinsip yang Dipikirkan secara Matang
Terkait kritikan-kritikan yang disampaikannya ke Pemerintah, Tiyo mengungkap ini bukan hanya sekedar respon ada reaksi spontan.
Menurut pemaparannya, ini merupakan prinsip yang telah dipikirkan secara matang.
“Kita itu tidak tiba-tiba marah ke presiden. Kita itu sudah sejak setahun yang lalu banyak mengkritik kebijakan-kebijakan publik yang dihasilkan dari rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumi," sebutnya.
Dan untuk sikap kritisnya yang saat ini jadi perhatian publik, disebut Tiyo sudah dilakukannya sejak lama.

















































