Pesawat Tanker KC-135 AS saat mengisi BMM pesawat tempur di udara - AP
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan bahwa pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 AS menjadi sasaran sistem pertahanan udara di Irak barat, dan mengklaim pesawat tersebut ditembak jatuh dan seluruh awaknya tewas.
Menurut juru bicara tersebut, pesawat itu menjadi sasaran, yang menyebabkan kehancurannya.
Pesawat pengisian bahan bakar KC-135 biasanya membawa awak hingga enam orang, termasuk pilot, kopilot, dan operator boom yang bertanggung jawab atas operasi pengisian bahan bakar di udara. Beberapa misi mungkin juga menyertakan navigator, menurut informasi yang diterbitkan oleh Angkatan Udara AS, seperti yang dilaporkan CNN.
Sejauh ini, satu-satunya konfirmasi resmi AS datang dari Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengatakan bahwa mereka mengetahui kehilangan pesawat pengisian bahan bakar KC-135. Menurut pernyataan tersebut, insiden itu terjadi di wilayah udara ramah selama Operasi Epic Fury.
CENTCOM menambahkan bahwa dua pesawat terlibat dalam insiden tersebut: "Satu pesawat jatuh di Irak barat dan pesawat kedua mendarat dengan selamat," menurut pernyataan tersebut.
Militer AS mengatakan upaya penyelamatan sedang berlangsung, dan menyatakan bahwa insiden tersebut bukan disebabkan oleh tembakan musuh atau tembakan dari pihak sendiri.
Sebuah platform media Israel melaporkan bahwa pesawat KC-135 yang jatuh di Irak diperkirakan bernilai sekitar $200 juta.
Rincian lebih lanjut diharapkan akan muncul seiring berlanjutnya operasi penyelamatan dan investigasi.

















































