Pegiat media sosial, Herwin Sudikta
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, kembali bicara terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Kali ini, ia mengaku tidak sepakat dengan pernyataan Prabowo yang memastikan program tersebut tetap berjalan tanpa pemotongan anggaran meski ada dampak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sebelumnya, Prabowo menegaskan anggaran MBG lebih baik digunakan langsung untuk rakyat dibanding berpotensi dikorupsi.
Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan bersama sejumlah pakar dan jurnalis senior di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Kamis (19/3/2026).
Namun, Herwin menganggap pernyataan tersebut tidak cukup menjadi jaminan bahwa program besar seperti MBG terbebas dari potensi penyimpangan.
Pertanyakan Logika Tidak Dikurangi Agar Tidak Dikorupsi
Herwin mempertanyakan logika bahwa anggaran besar akan aman hanya karena niat baik pemerintah.
Dikatakan Herwin, korupsi tidak hilang hanya karena adanya komitmen atau pernyataan moral.
"Prabowo bilang MBG Lebih baik untuk rakyat daripada dikorupsi," ujar Herwin kepada fajar.co.id, Senin (23/3/2026).
Ia kemudian menyindir bahwa niat baik tidak cukup tanpa sistem pengawasan yang kuat dan transparan.
"Emangnya, sejak kapan korupsi hilang cuma karena niat baik?," timpalnya.
Minimnya Transparansi
Herwin menegaskan, program dengan anggaran besar seperti MBG seharusnya dibarengi dengan sistem pengawasan yang ketat dan bisa ditelusuri publik. Tanpa itu, menurutnya, potensi penyimpangan tetap terbuka.
















































