Presiden RI, Prabowo Subianto
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Herwin Sudikta, merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku menerima laporan dari daerah bahwa program MBG berhasil mengurangi kesenjangan antara kelompok miskin dan kaya.
Ia mempertanyakan validitas laporan tersebut dan menyebutnya tidak realistis.
Blak-blakan, Herwin mengatakan bahwa tidak mungkin seorang presiden hanya menerima laporan positif tanpa disertai catatan masalah di lapangan.
Herwin berujar bahwa klaim Prabowo tidak masuk akal. Ia menilai narasi keberhasilan yang hanya berisi laporan baik berpotensi menyesatkan.
"Hoax banget ini," ujar Herwin dikutip fajar.co.id, Rabu (8/4/2026).
Ia kemudian menekankan bahwa dalam praktik pemerintahan, laporan yang diterima kepala negara seharusnya mencerminkan kondisi nyata, termasuk persoalan yang terjadi.
"Nggak ada ceritanya seorang presiden cuma dan selalu menerima laporan yang baik-baik aja," tukasnya.
Pemerintahan dan Realitas Lapangan
Lebih lanjut, Herwin menyindir bahwa laporan yang hanya berisi keberhasilan tanpa kritik justru menjauh dari realitas pemerintahan.
Ia menyebut kondisi tersebut tidak mencerminkan tata kelola yang sehat. "Kalau iya, itu bukan pemerintahan. Itu fan fiction," kuncinya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menunjukkan dampak terhadap ekonomi masyarakat.
Ia mengaku menerima laporan dari sejumlah daerah yang menyebut program tersebut ikut menekan kesenjangan antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah.


















































