Prabowo Subianto
FAJAR.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto tengah mendapatkan dukungan dari sejumlah negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya untuk mengambil peran sebagai mediator dalam meredam ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Upaya ini bertujuan membuka jalur diplomasi yang dapat membantu menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung.
Dukungan Internasional untuk Jalur Diplomasi
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menginginkan adanya ruang pertemuan antara Amerika Serikat dan Iran sebagai langkah awal membuka jalur diplomasi.
"Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Amerika Serikat dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.
Lebih lanjut, Nusron menjelaskan bahwa inisiatif diplomatik ini mendapat dukungan dari beberapa pemimpin negara, khususnya dari kawasan Timur Tengah dan negara Islam lainnya, termasuk Pakistan dan Uni Emirat Arab.
Peran Kementerian Luar Negeri dan Kelompok D-8
Nusron menegaskan bahwa rincian lebih lanjut mengenai langkah diplomasi ini merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri. Namun, ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo telah mendapatkan dukungan dari para pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok delapan negara (D-8) yang memiliki keinginan sama untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan.
"Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok 8 itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," beber Nusron.

















































