Presiden Prabowo Siap Jadi Juru Damai Konflik AS-Iran, Jusuf Kalla Tegaskan Tantangan Berat di Depan Mata

3 hours ago 6
Jusuf Kalla

FAJAR.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menjadi juru damai dalam konflik yang tengah memanas antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah langkah yang mendapat sorotan dari mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK).

Rencana ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memuncak setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu balasan roket dari Iran ke wilayah Israel dan sekitarnya. Presiden AS Donald Trump bahkan mengumumkan dimulainya operasi tempur besar-besaran di Iran.

JK Menilai Rencana Prabowo Sebagai Langkah Baik Namun Penuh Tantangan

Jusuf Kalla menilai niat Presiden Prabowo untuk menjadi mediator dalam konflik tersebut sebagai langkah yang baik dan bernilai diplomasi tinggi, namun ia menegaskan bahwa tantangan yang harus dihadapi sangat besar dan kompleks.

"Rencana itu baik saja, tetapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya," katanya saat ditemui di Jakarta.

Lebih lanjut, JK menekankan bahwa konflik Timur Tengah sering kali melibatkan kepentingan global yang rumit, sehingga sulit untuk menemukan solusi damai yang permanen. Ia mencontohkan konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun tanpa penyelesaian yang tuntas.

"Israel dengan Palestina saja tidak bisa, sulit didamaikan, karena dunia ini sangat ditentukan oleh sikap Amerika," jelasnya.

Kesulitan Indonesia dalam Menjadi Mediator

JK juga mengingatkan bahwa posisi Indonesia dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat tidaklah setara, terlebih karena adanya perjanjian yang menurutnya tidak seimbang dan merugikan Indonesia.

"Sayangnya, Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang, dan sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika. Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini?" pungkasnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |