Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Vnukovo-2 di Moskow, Rusia pada Senin (13/4/2026) ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin memiliki peran strategis dalam upaya mendorong perdamaian, khususnya terkait konflik global yang terjadi di Timur Tengah.
Menurut Soleh dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin (10/2), kunjungan tersebut menjadi sangat berarti di tengah situasi geopolitik dunia yang kian rumit. Tidak hanya menyangkut perdamaian di Timur Tengah, tetapi juga isu ketahanan energi global.
"Kunjungan ke Rusia ini sangat krusial untuk membahas kondisi geopolitik dunia. Ini membuktikan keseriusan Presiden Prabowo dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian internasional," ujar Soleh.
Lebih lanjut, ia menilai diplomasi konkret yang akan dilakukan Prabowo bersama Putin berpotensi mendorong terwujudnya gencatan senjata permanen, terutama dalam ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
"Indonesia dan Rusia harus bersama-sama menyuarakan perdamaian. Kita dapat mengusulkan penghentian permanen konflik antara Iran dan AS, serta mengakhiri berbagai pertempuran bersenjata lainnya," tegasnya.
Soleh juga menyoroti posisi strategis Rusia saat ini. Menurutnya, Presiden Putin diketahui tengah menjalin komunikasi aktif dengan Iran pasca kebuntuan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat. Kondisi ini, kata Soleh, membuka peluang lebih besar bagi diplomasi multilateral, termasuk peran Indonesia sebagai negara nonblok yang konsisten memperjuangkan perdamaian.


















































