Prof Henri Subiakto Sebut Prabowo Terlalu Remehkan Iran

9 hours ago 13
Presiden Prabowo Subianto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Unair, Prof Henri Subiakto, menyebut bahwa kedekatan Presiden Prabowo Subianto serta sikap nurut yang berlebihan pada kebijakan Amerika Serikat menjadi petaka bagi Indonesia.

Indonesia Dianggap Bukan Negara Sahabat

Dikatakan Henri, kedekatan tersebut dimaknai Iran sebagai sikap yang tidak netral dan tidak bersahabat dengan para pejuang anti imperialis AS.

"Konsekuensinya saat terjadi perang di kawasan Teluk seperti sekarang ini, Indonesia dianggap bagian dari negara-negara yang memusuhi Iran," ujar Henri dikutip fajar.co.id, Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan bahwa sejauh ini kebijakan pemerintah Iran tetap keras dengan tidak memberikan jalan kepada kapal-kapal negara yang terafiliasi dengan Israel-Amerika.

"Beda dengan negara negara yang dianggap netral seperti Pakistan dan India. Walau mereka juga ikut BoP, tapi mereka tidak terkesan begitu nurut pada AS," tukasnya.

Indonesia Diminta Belajar kepada India

Lanjut Henri, Presiden Prabowo mesti belajar dari India. Mengingat kapal milik negeri Seribu Kuil itu bebas melewati selat Hormus setelah membayar sejumlah uang Yuan kepada Iran.

"Disadari atau tidak, Pemerintah Prabowo memang terlalu dekat dan terlalu percaya, bahkan menurut pada AS, khususnya Trump dan juga Israel," sesalnya.

Ia juga menyesalkan sikap Prabowo yang tidak mengecam agresi ilegal dan pembunuhan terhadap pemimpin tertinggi Iran beserta keluarga hingga cucunya.

"Serta pengeboman pada sekolah anak anak Iran di hari pertama serangan. Kita tidak berempati tentang ini," imbuhnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |