Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah mengambil langkah strategis dengan meliburkan penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah dan kelompok rentan selama masa Idulfitri, mulai 13 Maret hingga 31 Maret 2026.
Kebijakan ini dipilih untuk menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp5 triliun, sekaligus menjaga defisit APBN tetap terkendali di bawah tiga persen.
Keputusan penghentian sementara penyaluran MBG diumumkan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pada 17 Maret 2026. Menurutnya, distribusi makanan bergizi untuk siswa sekolah dihentikan sejak 13 Maret, sementara pengiriman untuk ibu hamil, menyusui, dan balita dilakukan terakhir pada 17 Maret.
"Program MBG akan kembali disalurkan kepada para penerima per 31 Maret 2026. Itu kurang lebih sekitar Rp 5 triliun dihemat dengan seperti itu," jelas Dadan.
Selain itu, Dadan menyampaikan bahwa selama periode 18-24 Maret tidak akan ada penyaluran MBG bagi seluruh penerima manfaat, baik peserta didik maupun non-peserta didik. Sebagai gantinya, distribusi dilakukan lebih awal untuk menyesuaikan masa libur panjang.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran yang masih memungkinkan dilakukan pada program MBG yang memiliki pagu Rp335 triliun. Ia menilai program ini sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat kelas bawah, namun pelaksanaannya perlu dioptimalkan.
"MBG akan diefisienkan, cara mereka belanjanya. Saya pikir MBG itu program yang bagus karena nggak semuanya kaya. Hanya pelaksanaannya dioptimalkan saja," katanya saat ditemui di Istana Negara, Jakarta.
















































