Pertandingan PSM Makassar vs Persita Tangerang
FAJAR.CO.ID – PSM Makassar menghadapi situasi krisis serius di awal tahun 2026 setelah menerima dua kali sanksi banned dari FIFA dalam kurun waktu yang sangat dekat.
Sanksi ini berpotensi menghambat aktivitas transfer klub di tengah berlangsungnya Super League 2025/2026.
Sanksi FIFA yang Berulang dan Dampaknya pada Bursa Transfer
PSM Makassar, yang dikenal dengan julukan Juku Eja, kembali mendapatkan larangan transfer dari FIFA efektif sejak 9 Maret 2026. Sanksi ini muncul tak lama setelah pertandingan pekan ke-25 melawan Malut United dan menjadi pukulan berat bagi klub yang tengah berjuang memperkuat skuadnya.
Manajemen PSM pun harus segera menyelesaikan permasalahan ini sebelum bursa transfer ditutup karena jika tidak, pemain baru yang didatangkan tidak dapat didaftarkan. Kondisi ini membuat manajemen sibuk mengurus persoalan banned yang sudah menjadi langganan klub.
Masalah Finansial dan Penyebab Sanksi
Menurut data resmi dari FIFA, sanksi pertama yang dicabut pada awal tahun ini berasal dari banned yang dijatuhkan sejak 8 Oktober 2025. Namun, meski sanksi tersebut telah dicabut, PSM masih terikat oleh sanksi lainnya yang belum terselesaikan.
Sanksi terbaru yang diterima pada 9 Januari 2026 diduga terkait dengan masalah tunggakan gaji salah satu pemain asing, Lucas Dias. Isu keterlambatan pembayaran gaji pemain dan staf kepelatihan memang sempat mencuat saat masa jabatan mantan pelatih Bernardo Tavares, yang kemudian memilih mundur dari klub.
Catatan Buruk bagi PSM Makassar
Isu finansial yang berlarut-larut menjadi permasalahan klasik bagi PSM Makassar dalam beberapa musim terakhir. Kembalinya sanksi banned dari FIFA menjadi catatan negatif yang mengancam stabilitas klub dan performa di kompetisi.
















































