Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pembahasan mengenai prospek pajak, efisiensi investasi, serta peran sektor swasta kembali mengemuka seiring berbagai evaluasi terhadap kinerja ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan pandangannya mengenai tantangan penerimaan negara dan strategi memperbaiki iklim investasi agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak lebih cepat dan stabil.
Purbaya mengawali penjelasannya dengan menyoroti rendahnya rasio pajak yang saat ini berada di kisaran 10 persen. Ia menjelaskan bahwa pada periode ketika perekonomian lebih banyak digerakkan oleh sektor swasta, rasio pajak mampu bertahan di level 11 hingga 12 persen.
Penurunan tax ratio saat ini, menurutnya, terjadi karena motor pertumbuhan bergeser dan pemerintah mengambil porsi lebih besar dalam menggerakkan ekonomi. Dampaknya, kontribusi pajak melemah.
"Begitu pemerintah mendorong, turun jadi 10 atau lebih sedikit. Saya kehilangan setengah sampai 1% tax ratio gara-gara itu,” jelasnya, dalam podcast Endgame yang ditayangkan di kanal Youtube Gita Wirjawan, dilansir pada Jumat (5/12).
Purbaya memperkirakan bahwa menghidupkan kembali aktivitas sektor swasta akan secara otomatis menambah penerimaan negara.
Ia menghitung bahwa peningkatan 0,5 hingga 1 persen tax ratio akan menghasilkan tambahan pemasukan sekitar Rp230 triliun. Selain itu, ia menekankan pentingnya pembenahan sistem pemungutan pajak, mulai dari pencegahan kebocoran hingga optimalisasi basis data melalui Coretax agar pengumpulan pajak jauh lebih efektif.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

















































