Ramadan 1447 H: Memetik Hikmah di Ladang Keikhlasan

13 hours ago 10
Nurdin Halid

Oleh: Prof. Dr. Nurdin Halid (Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Bidang Ekonomi, Koperasi, dan BUMN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ramadan bukan sekadar siklus kalender tahunan, melainkan “Madrasah Ruhani” yang datang untuk menguji sejauh mana kita mampu menundukkan ego di hadapan Sang Khalik, Sang Pencipta, Allah Swt. Oleh karena itu, jadikan bulan Ramadan sebagai ladang ibadah. Ladang ibadah merupakan sebuah ajakan retoris untuk melihat waktu sebagai aset paling berharga.

Di dalam “ladang” ini, setiap tasbih adalah benih, dan setiap sujud adalah pupuk bagi iman. Sebagai pemimpin dan abdi masyarakat, momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuasaan dan jabatan hanyalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan. “Kesalehan seorang hamba tidak hanya diukur dari panjangnya durasi iktikaf, tetapi juga dari seberapa luas manfaat yang ia tebarkan bagi sesama.”

Mari kita bersihkan hati melalui pintu maaf (mohon maaf lahir dan batin) agar ibadah kita pada tahun 2026 M ini menjadi pintu pembuka keberkahan bagi bangsa dan negara. Ramadan adalah momentum emas untuk memperkuat sistem ekonomi yang berkeadilan melalui zakat, infak, dan sedekah. Istilah “Ladang Ibadah” ini secara implisit mengajak kita untuk melakukan “investasi akhirat”. Dalam perspektif Islami, keberkahan sebuah bangsa bermula dari individu-individu yang jujur dan peduli pada kaum duafa. Beberapa amalan dalam bulan Ramadan dapat menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, sekaligus berkontribusi langsung dalam membangun integritas sebagai diri pribadi maupun sebagai subsistem dari sebuah institusi atau organisasi, maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |