MH Ainun Nadjib atau Cak Nun.
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Prediksi Emha Ainun Nadjib atau lebih dikenal sebagai Cak Nun mengenai serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang terjadi pada 28 Februari 2026 kembali menjadi sorotan publik. Pernyataan yang disampaikan pada 22 Februari 2012 di Masjid Raya Klaten itu kini dianggap sebagai ramalan yang tepat terkait konflik geopolitik tersebut.
Ramalan dan Pesan Bijak Cak Nun
"Suatu hari nanti, Iran akan diserang oleh Israel dan Amerika," katanya seperti dikutip dari akun Instagram @lambe_turah.
Lebih lanjut, Cak Nun juga menyoroti posisi Arab Saudi dalam konflik tersebut dan mempertanyakan sikap Indonesia.
"Nanti Arab Saudi bisa dipastikan akan membela Israel. Pertanyaannya untuk Indonesia, Indonesia bela mana? Bela Iran apa bela Israel?" jelasnya.
Dalam bahasa Jawa, ia menambahkan, "Ah kan kene kene mesti kerengan dewe. Engge Pak, Separuh melok Iran, separuh melok Israel uta ora melo sopo-sopo. Wong yo ora mudeng gitu." Pernyataan ini menegaskan pentingnya sikap hati-hati dan tidak terpecah belah dalam menghadapi konflik internasional.
Cak Nun berharap Indonesia mampu bersikap bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh pengaruh luar maupun akibat minimnya pemahaman di dalam negeri.
"Mudah-mudahan Klaten harus bisa antisipasi terhadap provokasi dari luar maupun dari kebodohan dari dalam," pungkasnya.
Profil Cak Nun: Ulama, Budayawan, dan Pemikir Multidimensi
Emha Ainun Nadjib lahir pada 27 Mei 1953 di Jombang dan dikenal luas sebagai ulama, budayawan, serta pemikir yang sering menyuarakan pandangan kritis terhadap persoalan sosial, budaya, dan kemanusiaan. Ia juga akrab disapa Mbah Nun.

















































