Ridho Rahmadi
FAJAR.CO.ID - Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, mengeluarkan seruan tegas agar Indonesia segera mundur dari BoP, sebuah blok kerja sama geopolitik yang saat ini menjadi sorotan utama dalam kebijakan luar negeri nasional. Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya dinamika geopolitik global dan menimbulkan perdebatan sengit di ruang publik.
Ridho menegaskan bahwa keputusan bergabung dengan BoP adalah sebuah kesalahan besar dan bertahan di dalamnya merupakan hal yang memalukan bagi Indonesia. Ia menilai bahwa satu-satunya cara memperbaiki kesalahan tersebut adalah dengan mengambil keputusan yang benar, yakni mundur dari BoP.
Seruan Tegas Ridho Rahmadi dan Dampaknya
Dalam unggahan di akun X pribadinya, Ridho Rahmadi menyampaikan lima poin penting yang merangkum sikap politiknya terhadap isu tersebut. Ia menyatakan, "Bergabung ke BoP adalah keputusan salah." Pernyataan itu diikuti dengan, "Bertahan di BoP adalah keputusan memalukan."
"Keputusan salah hanya bisa diperbaiki dengan keputusan benar," katanya lebih lanjut, sebelum menegaskan, "Dan yang benar adalah mundur dari BoP." Ridho menutup dengan harapan bahwa pengalaman memalukan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi bangsa.
BoP dan Kontroversi Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Istilah BoP merujuk pada sebuah blok atau poros kerja sama geopolitik yang kini sedang hangat diperbincangkan. Meskipun rincian tentang BoP belum dijelaskan secara detail dalam pernyataan Ridho, sikap politiknya jelas menolak keterlibatan Indonesia dalam konstelasi tersebut.
Isu ini menjadi sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan luar negeri Indonesia, posisi strategis di tengah persaingan global, serta implikasi ekonomi dan keamanan nasional yang besar.

















































