Rismon Sianipar
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Pakar Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar, beberapa waktu lalu sempat mengguncang publik.
Ia tampil penuh keyakinan dalam polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Bahkan, Rismon kala itu menyatakan sikapnya dengan sangat keras. Ia menegaskan tidak akan mundur dari kasus tersebut, sekalipun harus menghadapi tekanan.
Namun, beberapa waktu berselang, situasinya berubah drastis. Rismon justru mengakui ijazah Jokowi asli dan menyampaikan permintaan maaf.
Ia bahkan datang langsung ke Istana untuk bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Perubahan sikap ini memunculkan pertanyaan besar di ruang publik.
Pernah Tegas Menolak Mundur
Sebelum pengakuan terbarunya, Rismon dikenal sebagai salah satu figur yang paling vokal mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
Dalam sebuah pernyataan yang beredar luas, ia bahkan mengaku tidak akan menarik diri dari polemik tersebut, meskipun ada berbagai upaya pendekatan.
“Saya kira seperti itu. Tapi bagi saya, Bang, itu saya sudah terlalu basah," ujar Rismon dikutip fajar.co.id, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah terlalu jauh terlibat dalam polemik tersebut.
“Masuk ke kasus ini. Apalagi ini. Terus saya kalau menarik diri dan menarik sama Jokowi ini (menunjukkan buku Gibran End Game)," sebutnya.
Menilai Mundur Sebagai Kehinaan
Rismon juga menyebut bahwa menarik diri dari isu yang sudah menjadi konsumsi publik luas justru akan menjatuhkan reputasinya.
“Terus saya tarik edar lagi. Dari peredaran. Yang sudah menjadi pengetahuan publik. Dan ini sudah ribuan. Dan berjalan terus ini. Pengetahuan ini," imbuhnya.

















































