Rizal Fadillah Sentil Prabowo: Mau Jadi Presiden atau Kacung Amerika-Israel?

5 hours ago 4
Presiden RI, Prabowo Subianto, berdiri di ujung kiri. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Desakan agar Indonesia menarik diri dari Board of Peace (BoP) terus mengalir beberapa hari terakhir.

Seperti Pemerhati Politik dan Kebangsaan, Rizal Fadillah, ia kembali bicara terkait posisi Indonesia.

Ia melihat, keanggotaan Indonesia dalam forum tersebut justru berpotensi menimbulkan persoalan serius bagi arah politik luar negeri nasional.

Dikatakan Rizal, keberadaan Indonesia di dalam BoP dinilai tidak sejalan dengan prinsip dasar politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi Indonesia.

“Sudah banyak aspirasi atau desakan agar Prabowo atau Indonesia segera keluar dari BoP karena hal itu bertentangan dengan prinsip luar negeri bebas aktif, kebersamaan dalam gerakan non blok, preambule UUD 1945, serta ideologi Pancasila,” ujar Rizal kepada fajar.co.id, Kamis (5/3/2026).

Ia menegaskan bahwa selama ini Indonesia dikenal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam berbagai bentuk penjajahan, termasuk yang dilakukan Israel.

“Demikian juga dengan dukungan konsisten selama ini untuk kemerdekaan bangsa Palestina serta mengecam pendudukan dan genosida Israel. Keanggotaan dalam BoP jelas merupakan kekeliruan dan kebodohan fatal,” sebutnya.

Membuat Prabowo dalam Posisi Dilematis

Lanjut Rizal, keputusan bergabung dalam BoP membuat Presiden Prabowo Subianto berada dalam posisi yang tidak mudah.

“Prabowo dalam keadaan dilematis atas sikap yang diambil tanpa pertimbangan matang dan persetujuan rakyat. Ancaman BRICS dan jebakan BoP harus menjadi bahan evaluasi serius,” tukasnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |