Rocky Gerung
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung menilai rencana debat ilmiah terbuka antara Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, dan Guru Besar Hukum Tata Negara UGM, Zainal Arifin Mochtar alias Uceng, sebagai langkah yang kurang bijak dan berpotensi menimbulkan sensasi berlebihan ketimbang substansi yang sebenarnya.
"Ini debat yang paling absurd. Kalau Uceng debat sama Menteri Pertahanan, itu masuk akal. Kalau Pigai debat sama Menteri Dalam Negeri, itu masuk akal. Ini dua orang yang betul-betul datang dari bus kota yang sama, bus HAM yang sama. Itu mau debat," katanya saat memberikan keterangan kepada Antara pada Sabtu (28/2/2026).
Rocky bahkan menyarankan agar rencana debat tersebut dihentikan karena dikhawatirkan hanya akan memunculkan persepsi seolah-olah HAM ditentukan oleh siapa yang menang adu argumen.
"Jadi, saya ingin ini dihindari, dihalangi aja, dibatalin. Itu sensasinya akan lebih tinggi dari sekedar substansi," jelasnya.
Menurut Rocky, baik Pigai maupun Zainal sama-sama memahami substansi hak asasi manusia dengan baik. Ia menegaskan bahwa Profesor Uceng memahami aspek filosofis HAM secara mendalam, sementara Pigai memiliki pengalaman langsung dalam perumusan regulasi terkait HAM.
"Profesor Uceng pasti mengerti substansi bahkan filosofi dari hak asasi manusia. Tapi Pigai terlibat dalam pembuatan regulasi untuk merawat penghormatan kepada hak asasi manusia," bebernya.
Lebih lanjut, Rocky menegaskan bahwa secara prinsipil, HAM tidak perlu diperdebatkan dalam format menang-kalah karena sifatnya yang sudah universal dan bersifat final.

















































