Saat Gibran Bilang Fokus Kerja, Pengamat Justru Ramal Nasib PAN

10 hours ago 15
Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik dan Ekonomi, Heru Subagia, menyoroti respons Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait wacana Pilpres 2029 yang belakangan mengaitkan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan.

Dikatakan Heru, sikap Gibran yang menegaskan fokus menjalankan visi dan program Presiden Prabowo hingga 2029 menjadi sinyal kuat arah hubungan politik ke depan.

“Pada akhirnya hubungan Jokowi-Gibran dan PAN saat ini harus berpisah dengan sangat meyakinkan,” ujar Heru kepada fajar.co.id, Senin (9/2/2026).

PAN Disebut akan Hadapi Tekanan Politik

Ia menuturkan, perhitungan politik tersebut akan terlihat jelas dalam waktu dekat. Bahkan, Heru memprediksi PAN akan menghadapi tekanan besar secara politik maupun psikologis.

“Bahkan hitung-hitungan politik pun akan segera terungkap. Pada waktunya nanti PAN betul-betul akan menderita secara psikologis,” ucapnya.

Heru juga meragukan masa depan PAN di parlemen apabila ambang batas parlemen tetap berada di atas 4 persen.

“PAN diyakini akan terpuruk dan tidak mempunyai wakil di parlemen ketika Parlemen Threshold harus di atas 4 persen,” tegasnya.

Ia bahkan melontarkan kritik keras terhadap arah politik PAN saat ini.

“Jadi saya pikir inilah kesalahan terbesar PAN, bukan lagi Partai orang pintar cuma Partai broker, kartel, oportunis, dan tidak layak menyematkan dirinya sebagai kumpulan akademisi dan cendekiawan,” katanya.

Hubungan PAN dan Jokowi Penuh Transaksional

Heru kemudian menyinggung soal relasi politik antara Presiden Jokowi, Gibran, dan PAN yang menurutnya penuh dengan transaksi kekuasaan.

“Kembali saya singgung bargaining politik Jokowi, Gibran, dan PAN,” ucapnya.

Ia mencontohkan posisi PAN di Jawa Tengah. Pada Pemilu 2019-2024, PAN disebut tidak memperoleh satu pun kursi di daerah tersebut. Namun, pada Pemilu 2024, PAN justru berhasil meraih tiga kursi.

“Namun, dengan adanya beberapa catatan, PAN di Jateng memperoleh dukungan maksimal terutama dari pak Jokowi dan Gibran,” jelas Heru.

Baginya, sikap PAN yang akhirnya berpindah dukungan pada Pilpres lalu tidak lepas dari kalkulasi politik elite partai.

“Berkaitan PAN pada akhirnya harus hijrah dengan kalkulasi politik tertentu, pedagang, pada Pilpres kemarin mau tidak mau harus mengikuti kemauan pedagang dalam hal ini Zulkifli Hasan untuk mendukung Prabowo-Gibran,” imbuhnya.

Heru juga menegaskan bahwa Zulkifli Hasan memiliki strategi politik yang lihai dalam membangun kedekatan dengan Jokowi dan Gibran.

“Perlu saya jelaskan, saya betul-betul mengamati Zulkifli Hasan dan bagaimana cara jahatnya memperoleh perhatian khusus Jokowi dan Gibran,” katanya.

Cerita Kongres PAN 2020

Ia menyinggung dinamika internal PAN dalam Kongres Kendari 2020, yang disebut-sebut tidak lepas dari dukungan Jokowi.

“Saya melihat pendekatan Zulkifli Hasan cukup lihai, ketika konon dalam Kongres Kendari 2020, ada selintingan perebutan kekuasaan kubunya Amien Rais didalangi, salah satunya Zulkifli Hasan isunya memperoleh dukungan membludak dari Jokowi,” ungkapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |