Said Abdullah Desak Presiden Pimpin Mitigasi dan Rapat KSSK Ditengah Tekanan Ekonomi Global Menguat

2 weeks ago 34
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Di tengah gejolak pasar global dan meningkatnya kewaspadaan investor asing, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah memperingatkan pemerintah agar bersiap menghadapi tekanan eksternal yang dinilainya kian intens dalam beberapa pekan terakhir. Ia menilai respons negara tidak boleh bersifat normatif, melainkan harus dipimpin langsung oleh Presiden melalui langkah mitigasi terkoordinasi.

Said menyebut sikap hati-hati sejumlah lembaga keuangan internasional, seperti MSCI, Goldman Sachs, Moody’s, dan FTSE, yang cenderung menahan keputusan strategis hingga Mei mendatang sebagai sinyal peringatan serius bagi perekonomian Indonesia.

“Jujur saja, kita diterpa badai, tekanan dari luar yang begitu dahsyat. Pembacaan ini semua tentu harus ada mitigasi dari pemerintah. Seharusnya ini dipimpin langsung oleh Presiden kita,” kata Said dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, situasi global yang penuh ketidakpastian tidak bisa dihadapi hanya dengan klaim fundamental ekonomi yang kuat atau proyeksi pertumbuhan di kisaran 5,4–5,6 persen. Tanpa langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola dan memperkuat kepercayaan pasar, narasi optimisme tersebut berpotensi tidak cukup menenangkan pelaku pasar.

Said mendesak Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yang beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), untuk segera menggelar rapat koordinasi guna merumuskan langkah antisipatif menghadapi potensi tekanan pada kuartal pertama dan kedua tahun ini.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |