Sandiaga Uno Sebut Pemerintah Bisa Optimalkan Pariwisata, di Tengah Tidak Stabilnya Ekonomi Gara-gara Perang

6 hours ago 5
Politisi dan pengusaha, Sandiaga Uno

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Politisi dan pengusaha, Sandiaga Uno menyebut kondisi ekonomi saat ini tidak stabil. Imbas dari kondisi global.

“Saat ini kondisi global memang sedang tidak stabil,” kata Sandi dikutip dari unggahannya di X, Selasa (17/3/2026).

Indikasinya dalam beberapa hal. Seperti suku bunga Amerika Serikat (AS) yang makin tinggi, dan nilai rupiah yang keok.

“Suku bunga di Amerika masih tinggi, ditambah ketegangan geopolitik di berbagai wilayah, membuat nilai tukar rupiah ikut tertekan,” ujarnya.

Di tengah kondisi itu, menurutnya Indonesia perlu lebih agresif membuka pasar-pasar besar dunia. Terutama untuk produk ekspor.

“Sektor yang paling cepat bisa kita optimalkan adalah pariwisata, karena dampaknya langsung ke ekonomi masyarakat,” terangnya.

“Di tengah tantangan, selalu ada peluang, kuncinya adalah inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” sambung Sandi.

Defisit APBN di Tengah Ketidakpastian

Per Februari 2026, APBN defisit Rp135 Triliun. Jumlah ini naik drastis, jika dibandingkan tahun sebelumnya di 2025 pada periode yang sama hanya Rp30,7 Triliun, alias naik 342,4 persen.

Disinyalir dampak dari perang AS dan Iran-Israel. Sementara itu, perang tersebut belum diketahui berakhir hingga kapan.

Menteri Luar Negreri Iran, Abbas Araghchi menegaskan pihaknya tak tertarik merespons komunikasi AS. Agar segera mengakhiri perang.

“Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya mempertahankan rakyat kami,” kata Araghchi dalam wawancara di program CBS, Face The Nation, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, pihaknya tak berpikir untuk berunding dengan AS.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |