Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pandangannya terkait dampak konflik Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat terhadap kondisi ekonomi global.
Ia mengatakan bahwa gejolak harga energi yang mulai dirasakan banyak negara, termasuk Indonesia.
Dijelaskan SBY, dirinya memantau langsung perkembangan tersebut saat berada di Singapura.
Menurutnya, fluktuasi harga minyak, gas, dan BBM telah memberi tekanan terhadap perekonomian dunia.
Pantau Gejolak Harga Energi Global
SBY menilai dampak konflik mulai terlihat dari pergerakan harga energi yang tidak stabil dan berpotensi memengaruhi ekonomi berbagai negara.
“Dari Singapura saya ikut mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas dan BBM," ujar SBY dikutip fajar.co.id, Rabu (25/3/2026).
“Meskipun harga energi masih sangat fluktuatif, tetapi dampak buruknya sudah dirasakan oleh semua negara. Termasuk Indonesia," tambahnya.
Ia juga menyebut sejumlah negara telah mengambil langkah untuk mengantisipasi tekanan ekonomi akibat situasi tersebut.
“Banyak negara, termasuk yang ada di Asia, telah melakukan langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan ekonominya," ucap SBY.
Lanjut dia, caranya berbeda-beda, tetapi baginya langkah tersebut cukup masuk akal. Seperti baru-baru ini, pemerintah Filipina dan Korea Selatan melalui presidennya memberikan kebijakan terkait dampak perang tersebut.
Indonesia Diminta Tidak Terlambat Ambil Kebijakan
SBY mengingatkan Indonesia tidak perlu panik, namun langkah antisipasi harus dilakukan secara tepat dan cepat.

















































