Guntur Romli
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kader PDIP, Mohamad Guntur Romli, blak-blakan terkait gaya komunikasi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat mendampingi kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto di Jepang.
Ia menganggap bahwa penyebutan nama Kaisar Jepang dan Putra Mahkota tanpa gelar kehormatan sebagai kekeliruan serius dalam etika diplomatik.
Dikatakan Guntur, komunikasi dalam forum kenegaraan tidak bisa disamakan dengan percakapan informal.
Menurutnya, penggunaan gelar resmi merupakan bagian penting dari penghormatan antarnegara.
Penyebutan Nama Tanpa Gelar
Guntur secara terbuka menyemprot gaya komunikasi anak buah Presiden Prabowo itu dalam kunjungan tersebut. Ia mempertanyakan pemahaman protokol diplomatik yang seharusnya melekat pada pejabat tinggi negara.
“Seskab Teddy sebut nama Kaisar dan Putera Mahkota Jepang kayak nyebut nama teman-teman dia di kujungan resmi kenegaraan," ujar Guntur dikutip fajar.co.id, Selasa (31/3/2026).
"Orang ini paham sopan santun diplomatik gak sih?," sesalnya.
Dijelaskan Guntur, penyebutan langsung nama tanpa gelar resmi dalam forum kenegaraan merupakan kekeliruan mendasar dalam komunikasi diplomasi.
Protokol Diplomatik Bukan Sekadar Formalitas
Guntur menegaskan bahwa dalam dunia diplomasi, protokol bukan sekadar basa-basi. Ia menyebut penggunaan gelar kehormatan sebagai bentuk penghormatan yang mencerminkan hubungan antarnegara.
“Padahal dalam dunia diplomasi, protokol bukan sekadar formalitas basa-basi, ia bahasa penghormatan antarnegara," tukasnya.















































