Habib Usman bin Yahya
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Habib Usman bin Yahya memastikan akan menjalankan ibadah umrah bersama keluarganya pada hari raya Lebaran tahun 2026, tepatnya berangkat pada 19 Maret 2026.
Meski situasi di beberapa negara kawasan Timur Tengah tengah memanas, dia menilai posisi geografis Mekkah dan Madinah relatif aman dari konflik yang terjadi.
"Kalau lihat situasinya, kita berada, landing di Jeddah. Jeddah itu adanya di sebelah kiri. Jadi konfliknya itu adanya di sebelah kanan. Jadi lumayan jaraknya sangat-sangat jauh. Jadi Iran menyerang ke Israel, kami ada di daerah Jeddah, Makkah, Madinah. Jadi jaraknya jauh," kata Habib Usman saat ditemui di kawasan Jakarta baru-baru ini.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa dirinya memilih untuk berserah diri kepada Tuhan selama menjalani ibadah umrah di Tanah Suci nanti karena kematian merupakan takdir yang sudah ditentukan oleh Allah.
"Kalau ditanya alasan khawatir, ya enggak khawatir lah. Kenapa enggak khawatir? Umur itu sudah di tangan Allah. Kullu nafsin dzaiqotul maut, semua yang bernyawa pasti dicabut nyawa oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah sudah menentukan kapan kita mati, kapan kita dicabut nyawa. Jadi bismillah jalanin," bebernya.
Habib Usman juga memastikan bahwa niat untuk melaksanakan umrah sudah ada jauh sebelum konflik di Timur Tengah terjadi. Dia sudah memesan tiket dan hotel dari jauh-jauh hari.
"Niat ibadah kita bukan baru-baru ini. Bukan ketika konflik saya niat terbang, enggak. Tetapi sebelum konflik saya sudah booking hotel di Makkah Madinah, sudah pesan tiket pesawat dari jauh-jauh hari, sudah niat buat terbang. Jadi saya rasa ini sudah niat, sudah jalan, bismillah," jelasnya.

















































