Sejarah Rupiah Melemah hingga Rp17.000 per Dolar AS, Kapan Pernah Terjadi?

2 hours ago 8
Ilustrasi

FAJAR.CO.ID - Memasuki tahun 2026, nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan signifikan hingga mendekati angka Rp17.000 per dolar AS, level yang menjadi batas psikologis penting bagi stabilitas ekonomi Indonesia. Kondisi ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi terkait potensi dampak negatif yang dapat meluas ke berbagai sektor.

Beberapa faktor global utama yang memicu pelemahan rupiah saat ini meliputi ketidakpastian geopolitik global, penguatan dolar AS, serta tekanan ekonomi dunia yang masih berlangsung. Situasi tersebut mengingatkan pada masa-masa sulit sebelumnya ketika rupiah mengalami pelemahan tajam.

Krisis Moneter 1998: Titik Terlemah Rupiah

Sejarah mencatat periode paling kelam bagi rupiah terjadi saat Krisis Moneter Asia 1997–1998. Pada masa itu, rupiah sempat jatuh drastis hingga mendekati Rp16.800 per dolar AS akibat krisis keuangan yang parah, gejolak politik, dan runtuhnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Krisis ini bahkan menjadi salah satu faktor yang berujung pada berakhirnya pemerintahan Suharto setelah lebih dari tiga dekade berkuasa. Sejak saat itu, level Rp16.000–Rp17.000 dianggap sebagai zona psikologis yang krusial bagi stabilitas rupiah.

Tekanan Rupiah di Masa Lalu dan Respons Pemerintah

Pelemahan rupiah juga pernah terjadi pada tahun 2015 ketika nilai tukar sempat melemah hingga sekitar Rp14.700 per dolar AS. Kondisi ini dipicu oleh penguatan dolar AS secara global, perlambatan ekonomi China, dan kekhawatiran pasar terhadap ekonomi negara berkembang. Bank Indonesia merespons dengan berbagai langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |