Sekjen PBB Antonio Guterres.(Mohamed Ahmed/Xinhua).
FAJAR.CO.ID, QATAR -- Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres pada Senin (2/3) melakukan percakapan telepon dengan Emir Qatar. Hal ini dilakukan untuk menekankan perlunya de-eskalasi dan kembali ke dialog di tengah perang AS-Israel dengan Iran.
"Beberapa menit yang lalu, beliau berbicara melalui telepon dengan Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Negara Qatar. Sekretaris Jenderal mengulangi kecamannya terhadap serangan baru-baru ini terhadap Qatar, yang melanggar kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan, dilansir dari Antara, Senin (3/3).
Juru bicara PBB itu mengatakan kedua pemimpin tersebut membahas kebutuhan yang mendesak untuk mengakhiri eskalasi militer di Timur Tengah dan kembali ke dialog demi stabilitas regional.
“Selama akhir pekan ini, beliau juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Kesultanan Oman, Yang Mulia bin Hamad Al Busaidi. Sekretaris Jenderal memuji Oman atas upayanya dalam memediasi negosiasi damai dan menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan terhadap Iran dan serangan Iran terhadap negara-negara Teluk,” kata Dujarric.
Dujarric menambahkan bahwa Kepala PBB itu juga melakukan sejumlah percakapan dengan para duta besar dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk.
Sebelumnya pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel, serta pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.

















































