Sekolah Daring Dibatalkan Pemerintah, Yusuf Dumdum: Konsep Indah, Implementasi Bikin Bingung

8 hours ago 8
Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wacana penerapan sekolah daring dan work from home (WFH) sebagai bagian dari langkah efisiensi, termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM), masih menjadi perbincangan publik meskipun telah dibatalkan.

Pegiat media sosial, Yusuf Dumdum, mempertanyakan logika kebijakan tersebut seandainya masih diteruskan.

Terutama jika dikaitkan dengan tetap berjalannya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan kontradiksi di lapangan.

Sebab, meskipun kegiatan belajar dilakukan dari rumah, siswa tetap diminta datang ke sekolah untuk mengambil jatah MBG.

Logika Efisiensi BBM Dipertanyakan

Yusuf mengaku mencoba menghitung dampak kebijakan tersebut terhadap penghematan BBM. Namun, menurutnya, perhitungan itu justru menimbulkan tanda tanya baru.

"WFH dan Sekolah Daring, Solusi Hemat BBM?," ujar Yusuf kepada fajar.co.id, Kamis (26/3/2026).

Dikatakan Yusuf, dirinya sempat mencoba memberikan hitung-hitungan terkait rencana tersebut.

"Distribusi MBG tetap jalan pakai kendaraan. Kemudian siswa diminta datang ke sekolah untuk mengambil jatah MBG, jadi bukankah ujungnya tetap tidak hemat BBM?," sesalnya.

Lanjut dia, jika kondisi tersebut terjadi, maka tujuan efisiensi justru tidak tercapai karena mobilitas masyarakat tetap berlangsung.

Biaya Internet dan Beban Orang Tua

Selain itu, Yusuf juga bicara terkait potensi beban tambahan bagi masyarakat jika sekolah daring diterapkan.

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh tidak selalu lebih hemat karena membutuhkan biaya internet tambahan.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |