IRGC meluncurkan rudal sebelum berlakunya gencatan senjata
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyambut pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik saat ini di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, dan untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang abadi dan komprehensif di kawasan tersebut.
Pernyataan Dujarric seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menerima tuntutan Iran dan mengumumkan bahwa ia setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu.
Guterres menekankan bahwa penghentian permusuhan segera sangat penting untuk melindungi nyawa warga sipil, dan mengurangi penderitaan manusia di tengah krisis yang sedang berlangsung.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya mediasi yang dipimpin oleh Pakistan dan negara-negara lain yang bekerja untuk memfasilitasi perjanjian gencatan senjata, menurut Dujarric.
“Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal Jean Arnault berada di wilayah ini untuk mendukung upaya menuju perdamaian abadi,” tambahnya.
Pada bagian lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) merinci target Amerika dan Israel yang dihantam dengan rudal balistik dan rudal jelajah serta drone ofensif pada Selasa malam sebagai tanggapan terhadap agresi AS-Israel, sebelum gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada Rabu pagi.


















































