Serangan Israel di Iran.
FAJAR.CO.ID, TEHERAN - Serangan rudal Israel yang mendadak menimbulkan korban sipil, termasuk lima murid sekolah dasar di Provinsi Hormozgan, Iran, yang dilaporkan syahid. Serangan ini terjadi pada pagi hari saat aktivitas sekolah baru saja dimulai, menandai eskalasi serius dalam konflik yang melibatkan kedua negara.
Jaringan informasi dari Iran menyebutkan bahwa sasaran serangan tidak hanya instansi militer dan pemerintahan, tetapi juga fasilitas pendidikan. "Israel telah dikenal dengan metode genosidanya yang tidak memedulikan status korban, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga aktivis kemanusiaan dan jurnalis," kata sumber jaringan informasi Iran.
Meski demikian, informasi mengenai kemartiran lima anak SD ini masih berupa data awal dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah Iran. Sementara itu, militer Iran telah merespons dengan serangan balasan yang menargetkan tidak hanya Israel, tetapi juga pangkalan Amerika Serikat di negara-negara sekutunya di Timur Tengah.
Rencana Serangan Israel dan Respons Internasional
Pejabat pertahanan Israel mengungkapkan bahwa operasi serangan ini telah direncanakan selama berbulan-bulan dan dikoordinasikan dengan Amerika Serikat, termasuk penentuan tanggal pelaksanaannya. The New York Times mengutip pejabat AS yang menyatakan bahwa serangan terhadap Iran tengah berlangsung.
Ledakan terdengar di Tehran, sementara sirene peringatan serangan rudal terdengar di seluruh Israel pada pukul 08:15 waktu setempat. Militer Israel juga mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja kecuali sektor penting, serta melarang penggunaan wilayah udara publik dan penerbangan sipil untuk mengantisipasi serangan lebih lanjut.

















































