Siti Sahida Sahari Hilang di Makassar Sejak 2025, Ayah 71 Tahun Asal Gorontalo Terpukul saat Laporannya Tidak Diterima Polisi

4 hours ago 3
Hamzah Sahari (71) saat menceritakan perjuangannya mencari keberadaan anaknya di Makassar (Foto: Muhsin/fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Ayah asal Provinsi Gorontalo terbang jauh sekitar 723,75 km ke Kota Makassar demi mencari keberadaan putri sulungnya yang hilang kontak sejak September 2025.

Di usia yang tidak lagi muda, ia bahkan harus datang langsung ke Kota Daeng untuk menelusuri jejak anaknya.

Ironisnya, ketika mencoba melaporkan kehilangan tersebut, laporan yang diajukan disebut belum dapat diproses oleh pihak kepolisian.

Ayah tersebut adalah Hamzah Sahari (71), seorang pensiunan guru yang tinggal di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

Ia tengah mencari putrinya, Siti Sahida Sahari (28), yang sebelumnya bekerja di salah satu gerai restoran di Makassar.

Berangkat ke Makassar untuk Pelatihan Kerja

Diceritakan Hamzah, anaknya merupakan lulusan sarjana keperawatan dan anak pertama dari dua bersaudara.

Pada April 2025, Siti mendaftar pekerjaan di gerai Mie Gacoan di Kota Gorontalo.

Setelah proses seleksi, ia bersama beberapa pelamar lainnya dikirim ke Makassar untuk mengikuti pelatihan kerja.

“Awalnya ada sekitar sepuluh orang yang berangkat dari Gorontalo untuk training di Makassar. Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” ujar Hamzah dengan suara lirih kepada fajar.co.id, Kamis (12/3/2026).

Setelah dinyatakan lulus, Siti kemudian dipercaya menjadi manajer di salah satu gerai Mie Gacoan di Jalan Pettarani, Makassar pada Agustus 2025.

Selama bekerja di Makassar, komunikasi antara Siti dan keluarganya di Gorontalo masih berjalan normal.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |