Soroti Rekrutmen ASN Kopdes saat Daerah Kesulitan Menggaji PPPK, Ahmad Tsauri: Berpotensi Jadi Beban Fiskal Baru

5 hours ago 5
Kopdes Merah Putih

Fajar.co.id, Jakarta -- Konten kreator Ahmad Tsauri, menyoroti kebijakan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) serta pelaksanaan sejumlah program pemerintah yang dinilai belum matang namun sudah menyedot anggaran besar.

Dalam pernyataannya, Tsauri membandingkan kondisi saat ini dengan era pemerintahan sebelumnya, di mana rekrutmen ASN sempat beberapa kali dimoratorium akibat keterbatasan anggaran. Ia menilai, kini justru muncul persoalan baru, terutama terkait kemampuan daerah dalam membayar gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Di banyak daerah, gaji PPPK sudah mulai bermasalah karena kemampuan fiskal daerah yang terbatas, apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran,” ujar alumni UIN Sunan Kalijaga ini, dikutip Rabu (18/3/2026).

Di sisi lain, Tsauri menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya masih belum terbukti efektivitasnya, namun telah menghabiskan anggaran besar. Ia menilai implementasi program tersebut masih jauh dari ideal.

“Programnya belum stabil, tapi anggarannya besar. Di lapangan justru muncul berbagai persoalan, mulai dari kualitas menu hingga kasus keracunan yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah,” katanya.

Tak hanya MBG, Tsauri juga mengkritik program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilainya belum menunjukkan hasil signifikan. Ia menyebut, banyak fasilitas yang sudah dibangun namun belum dimanfaatkan secara optimal.

“Di beberapa lokasi, bangunan masih kosong, tapi distribusi kendaraan operasional seperti pickup dan truk sudah berjalan. Ini menunjukkan perencanaan yang belum sinkron,” ujarnya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |