FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Pakistan jadi salah satu negara yang layak mendapatkan pujian karena sukses melahirkan gencatan senjata dalam situasi tegang yang melibatkan Amerika Serikat dan juga Iran.
Andil besar Pakistan terlihat dari keberhasilan mereka memberikan keyakinan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan perang selama dua minggu ke depan.
Presiden AS Donald Trump lalu mengumumkan pada Selasa (09/04), bahwa ia menerima proposal gencatan senjata dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Iran untuk dua minggu ke depan.
Ini dilakukan,” dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan selat hormuz secara lengkap, aman, dan segera.”
Sebelum hal ini terjadi, Donald Trump memberikan ancaman keras ke Iran dengan "kematian seluruh peradaban" melaluai pesan di Truth Social yang muncul hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan sendiri.
"Pakistan memungkinkan gencatan senjata dengan memposisikan diri sebagai perantara yang kredibel dan tepercaya pada saat eskalasi akut," kata Raja Qaiser Ahmed dikutip Kamis (9/4).
"Pakistan mengaktifkan diplomasi jalur belakang, menyampaikan jaminan kepada Washington dan Teheran, dan membantu menyelaraskan kepentingan langsung seputar de-eskalasi."
Alasan Besar Pakistan Dipercaya jadi Perantara
Selain berhasil jadi perantara, tentunya ada alasan besar mengapa Pakistan bisa dipercaya oleh kedua negara ini untuk memegang peran tersebut.
Pakistan memiliki hubungan yang bersahabat, tapi kompleks, dengan rezim Iran.


















































