Teheran Tolak Mentah-mentan Proposal Perdamaian AS, Parlemen Iran: Biarkan Rudal Bernegosiasi dengan Donald Trump

11 hours ago 7
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araqchi

FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araqchi menggarisbawahi keputusan Iran untuk melanjutkan kebijakan perlawanan terhadap agresor.

"Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan, dan belum ada negosiasi yang terjadi," kata diplomat senior itu dalam wawancara televisi pada hari Rabu waktu setempat.

"Tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung," tambahnya. Ia menegaskan kembali di bagian lain pernyataannya, selain mempertanyakan keandalan jaminan dari luar.

Kontak diplomatik regional telah terjadi, tetapi posisi Teheran tidak berubah, kata menteri tersebut, seperti dilaporkan Press TV.

“Banyak menteri luar negeri dari kawasan ini telah menghubungi Teheran, tetapi posisi Iran tetap ‘berprinsip dan teguh.’"

Iran menolak jaminan internasional demi jaminan inheren yang diciptakan oleh pembalasan

"Jaminan internasional tidak 100 persen dapat diandalkan," kata Araqchi merujuk pada upaya yang dilaporkan oleh beberapa negara ketiga untuk bertindak sebagai perantara dalam mengakhiri agresi ilegal yang telah memicu pembalasan tegas dari Republik Islam.

"Melalui jaminan inheren yang telah kita ciptakan sendiri, tidak akan ada yang berani lagi berperang melawan rakyat Iran," tambah pejabat itu, merujuk pada pembalasan Iran yang telah menyebabkan Angkatan Bersenjata negara itu melancarkan setidaknya 81 gelombang serangan balasan tanpa henti terhadap target-target Amerika dan Israel yang sensitif dan strategis di seluruh wilayah tersebut.

Menteri luar negeri menegaskan, gencatan senjata tanpa jaminan adalah lingkaran setan yang hanya mengarah pada pengulangan perang. "Musuh harus belajar pelajaran agar tidak pernah lagi mempertimbangkan untuk melancarkan serangan lain, dan kerugian yang diderita oleh rakyat Iran harus dikompensasi," katanya.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |