Teror Penyiraman Air Keras kepada Aktivis Kembali Terulang, Ahmad Sahroni: Jangan Berlama-lama, Pelakunya Harus Segera Diungkap

8 hours ago 9
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Teror terhadap aktivis di Indonesia dengan cara disiram air keras makin mengkhawatirka. Setelah kasus Wakil Kooordinator KontraS, Andrie Yunus, kini kasus serus terjadi lagi.

Kali ini menimpa seorang aktivis lingkungan dari Bangka Selatan, Muhammad Rosidi. Kejadian ini lantas menuai keprihatinan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Politikus Partai Nasdem itu lantas mendesak Kapolda Bangka Belitung untuk segera turun tangan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Muhammad Rosidi, seorang aktivis lingkungan dari Bangka Selatan.

Peristiwa yang terjadi pada 17 Februari 2026 di wilayah Toboali tersebut menimbulkan luka bakar serius pada kaki, tangan, dan selangkangan korban.

Sahroni menegaskan bahwa serangan ini merupakan teror terstruktur yang tidak hanya mengancam para aktivis, tetapi juga masyarakat luas. Ia menyebutkan bahwa tindakan intimidasi dan kekerasan seperti ini sangat berbahaya dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

"Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tetapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan," kata Sahroni saat ditemui pada Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut, Sahroni meminta agar Kapolda Bangka Belitung segera memberikan perhatian khusus dan mengusut fakta-fakta di balik kejadian tersebut secara transparan kepada publik.

"Jangan berlama-lama, segera usut fakta-fakta kejadiannya. Siapa pun pelakunya harus segera diungkapkan ke publik seterang-terangnya," jelasnya.

Menurut Sahroni, pola kekerasan terhadap pihak yang bersuara kritis, seperti kasus penyiraman air keras ini maupun intimidasi terhadap aktivis lain seperti Andrie Yunus dari KontraS, menunjukkan situasi yang memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat sipil.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |