Aktivis Mahasiswa saat menggelar aksi solidaritas Andrie Yunus di sekitar Kodam Hasanuddin (Foto: Muhsin/fajar)
FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Aksi solidaritas terhadap korban penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Kota Makassar berbuntut panjang.
Massa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mengaku dibubarkan secara paksa oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) saat menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Aksi tersebut berlangsung di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Rabu (8/4/2026).
Titik unjuk rasa berada di seberang Taman Makam Pahlawan (TMP) Panakkukang, sekitar 200-300 meter dari Makodam XIV Hasanuddin.
Sekitar 30 menit berorasi sambil membentangkan spanduk, massa mengaku didatangi sejumlah orang tidak dikenal yang kemudian membubarkan aksi.
Massa Mengaku Dibubarkan Paksa
Kelompok tersebut disebut merampas spanduk yang dibawa peserta aksi. Massa juga diarahkan menjauh dari lokasi hingga kegiatan solidaritas itu terhenti.
Panglima GAM, Andi Firmansyah, menyebut tindakan itu terjadi secara tiba-tiba saat aksi masih berlangsung.
"Sebelum represif itu dilakukan, terdapat dari salah satu kader kami dirampas handphone-nya yang kami gunakan untuk mendokumentasikan aksi pada saat itu," ujar Firmansyah, Jumat (10/4/2026)
Ponsel iPhone 11 Pro Max Ikut Dirampas
Firmansyah mengungkapkan, ponsel milik salah satu peserta aksi turut diambil oleh orang tidak dikenal. Perangkat tersebut disebut digunakan untuk merekam jalannya aksi.
"Handphone itu berupa iPhone 11 Promax yang kemudian dirampas oleh orang tak dikenal tanpa alasan yang sah dan tujuan yang sah, itu yang kami sesalkan," ucapnya.

















































