Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemberian fasilitas Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat (TPPB) kepada Nusantara International Convention Exhibition (NICE) menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri MICE di Indonesia.
Sebagai pusat konvensi di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, NICE kini memiliki fleksibilitas fiskal untuk menyelenggarakan pameran dengan skema impor sementara tanpa bea masuk dan pajak pada tahap awal. Skema ini meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik exhibitor global.
Kepala Kanwil Kantor Wilayah Bea Cukai Banten, Ambang Priyonggo, menegaskan kelayakan fasilitas tersebut.
“Hasil penilaian menunjukkan Nusantara International Convention Exhibition (NICE) memenuhi kriteria sebagai Tempat Penyelenggaraan Pameran Berikat,” ujarnya.
Dari sisi operator, PT Industri Pameran Nusantara—entitas anak dari PT Bangun Kosambi Sukses Tbk—menilai fasilitas ini akan meningkatkan efisiensi operasional event internasional.
“Pelayanan Bea Cukai Banten sangat responsif, terutama dalam memberikan informasi dan asistensi sepanjang pengajuan izin,” jelas Yohanes Edmond Budiman.
Secara makro, fasilitas TPPB berpotensi menciptakan efek berganda melalui peningkatan devisa, penyerapan tenaga kerja, serta perputaran ekonomi di sektor hospitality dan UMKM. Dengan instrumen ini, Indonesia semakin kompetitif dalam peta destinasi MICE regional. (Pram/fajar)















































