Paus Leo XIV kecam ancaman Trump terhadap Iran sebagai pelanggaran hukum internasional. Foto: (AP News)
SULSEL.FAJAR.CO.ID – Ketegangan diplomatik antara Gedung Putih dan Takhta Suci Vatikan mencapai titik didih. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menolak untuk meminta maaf kepada Paus Leo XIV setelah melontarkan serangkaian kritik pedas terhadap pemimpin 1,3 miliar umat Katolik tersebut.
Perseteruan ini dipicu oleh perbedaan tajam pandangan kedua tokoh dunia tersebut mengenai eskalasi konflik di Iran serta kebijakan keamanan global.
Trump: "Paus Leo Mengatakan Hal-hal yang Salah"
Melansir laporan Anadolu Agency, Trump memberikan pernyataan keras saat ditanya wartawan mengenai kemungkinan permohonan maaf atas unggahannya di Truth Social. "Tidak, saya tidak akan (minta maaf), karena Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah," ujar Trump dengan nada menantang.
Trump menyoroti sikap Paus yang menentang kebijakan keras AS terhadap Iran, terutama terkait program nuklir Teheran. Ia mengeklaim bahwa visi Paus Leo XIV terhadap isu tersebut sangat berbahaya. "Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Paus Leo tidak akan senang dengan hasil akhirnya nanti," tambahnya.
Serangan Personal: Sebut Paus Sosok yang 'Lemah'
Tidak hanya menyerang kebijakan, Trump juga melontarkan kritik personal dengan menyebut Paus sebagai sosok yang "lemah" dalam menangani isu kejahatan serta berbagai persoalan global lainnya. Dalam wawancara terpisah dengan CBS News, ia menegaskan bahwa Paus seharusnya tidak mencampuri urusan politik praktis.
Menariknya, di tengah serangan tersebut, Trump justru mengklaim dirinya sebagai pelindung umat beragama. Ia mengeklaim telah berbuat lebih banyak untuk kepentingan Gereja Katolik dibandingkan presiden AS mana pun dalam satu abad terakhir.

















































