Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago
FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelidikan serangan yang menewaskan tiga personel TNI dalam misi perdamaian di Lebanon selatan.
Ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menuntut pertanggungjawaban hukum tanpa kekebalan bagi pelaku serangan tersebut.
"Pemerintah menuntut penyelidikan PBB yang cepat, transparan, dan komprehensif serta menegaskan bahwa pelaku harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan," katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu.
Djamari menyoroti bahwa serangan berulang yang dialami oleh pasukan TNI merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen pihak yang bertikai terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian.
Ia menambahkan bahwa insiden tersebut menjadi luka mendalam bagi TNI karena harus kehilangan prajurit-prajurit terbaik di tengah tugas mulia menciptakan perdamaian dunia.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius, bukan tidak mungkin pasukan perdamaian dari negara lain juga akan menjadi korban serangan di wilayah tersebut.
Menko Polkam juga menegaskan bahwa Kemenko Polkam sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan keselamatan personel di daerah penugasan.

















































