Ucapan Menag Soal Zakat Diprotes Gus Umar, 26 Ayat Disebut-sebut

9 hours ago 7
Gus Umar Syadad Hasibuan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, soal pentingnya memperbanyak sedekah mendadak menjadi perbincangan hangat.

Belum lama ini, Prof Nasaruddin menekankan bahwa umat Islam perlu melampaui kewajiban zakat dan memperluas praktik berbagi melalui sedekah tanpa memandang latar belakang penerima.

“Kalau kita ingin maju sebagai umat ya, kita harus meninggalkan zakat. Zakat itu enggak populer,” ujar Prof Nasaruddin dikutip fajar.co.id, Jumat (27/2/2026).

Ia bahkan menyebut bahwa dalam Al-Qur’an, istilah sedekah dinilai lebih sering ditekankan.

“Quran juga tidak terlalu mempopulerkan zakat. Pada masa Nabi, zakat itu enggak populer. Pada masa sahabat juga enggak populer. Yang populer apa? As-sadaqah. Khud min amualihim as-sadaqah," Prof Nasaruddin menuturkan.

"Bukan dikatakan khud min amualihim as-sadaqah. Innamas sadaqatulil buqara wal masyakin. Itu tidak dikatakan innamas zakatulil buqara wal masyakin,” tambahnya.

Baginya, jika umat hanya berpatokan pada zakat 2,5 persen, maka kontribusi sosial itu dinilai terlalu minim.

“Alangkah miskinnya dan alangkah pelitnya umat Islam itu, kalau pengeluaran terhadap agamanya hanya zakat. Cuma 2,5 persen,” imbuhnya.

Ia kemudian membandingkan besaran zakat dengan bunga pinjaman perbankan.

“Bandingkan bunga utang bank masyarakat kita itu, berapa? Bisa sampai 6, bisa sampai apalagi kalau bisa sampai 9 persen kalau asuransi ya kan," terangnya.

Nah, zakat cuma 2,5 persen. Jadi kalau pengeluaran kita hanya zakat, terlalu pelit kita,” sambung dia.

Read Entire Article
Rakyat news| | | |