FAJAR.CO.ID, SIDRAP — Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mempercepat produktivitas riset mahasiswa program doktor dengan mewajibkan setiap mata kuliah menghasilkan publikasi ilmiah yang siap disubmit ke jurnal nasional.
Kebijakan ini diterapkan melalui pendekatan systematic literature review (SLR) yang terintegrasi dalam empat mata kuliah inti, yakni metodologi penelitian, transformasi digital dan smart village, pengembangan kelembagaan dan inovasi desa, serta etika kepemimpinan dan nilai keislaman.
Pendampingan dilakukan secara intensif mulai dari penyusunan artikel hingga tahap submission. Mahasiswa mendapat bimbingan langsung dari alumni Universitas Negeri Yogyakarta, Dr Sandi Lubis, bersama Dr Yayuk Astuti.
Rektor UMS Rappang, Jamaluddin Achmad, turun langsung memimpin proses tersebut. Ia menegaskan, penguatan kapasitas riset menjadi fokus utama dalam mencetak lulusan doktor yang kompetitif.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Muh Rais, menambahkan bahwa pembelajaran di program doktor harus berbasis output.
“Tidak boleh berhenti pada teori. Setiap mata kuliah harus melahirkan karya ilmiah sebagai indikator capaian akademik,” tegasnya.
Ketua LPM, Achmad Mustahil, memastikan proses pendampingan berjalan sesuai standar mutu akademik.
Mahasiswa doktor yang juga Kepala Bapperida Sidrap, Herwin, mengapresiasi model pembelajaran tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan kampus menjadi nilai lebih.
“Ini jarang terjadi. Rektor dan jajaran turun langsung membimbing. Sangat memotivasi kami untuk menghasilkan publikasi berkualitas,” ujarnya.


















































