Seorang warga di Iran mengangkat foto Ali Khamenei yang meninggal karena serangan AS & Israel yang juga menewaskan ratusan anak-anak SD.
FAJAR.CO.ID, TEHERAN -- Uni Eropa resmi menjatuhkan sanksi baru terhadap 19 individu dan organisasi asal Iran yang dituduh terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia serta pengiriman rudal balistik ke Rusia untuk perang di Ukraina.
Langkah ini diambil di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah pasca serangan balasan Iran terhadap Israel.
Sanksi Baru UE dan Targetnya
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengumumkan secara resmi bahwa sanksi tersebut disetujui oleh para duta besar negara anggota UE. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa akan terus meminta pertanggungjawaban Iran atas tindakan penindasan dalam negeri dan pelanggaran HAM yang berat.
"Uni Eropa terus meminta pertanggungjawaban Iran. Hari ini, para duta besar negara-negara anggota UE menyetujui sanksi baru yang menargetkan 19 pejabat rezim dan entitas yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia yang berat. Selama perang Iran berlanjut, UE akan melindungi kepentingannya dan mengejar mereka yang bertanggung jawab atas penindasan dalam negeri. Hal ini juga mengirimkan pesan ke Tehran bahwa masa depan Iran tidak dapat dibangun di atas penindasan," jelas Kaja Kallas melalui akun resminya di X.
Kritik Terhadap Standar Ganda Uni Eropa
Sementara itu, kritik tajam kembali muncul terhadap kebijakan Uni Eropa yang dinilai menerapkan standar ganda dalam menjatuhkan sanksi. Para pengamat dan berbagai pihak menyoroti bahwa meskipun AS dan Israel terlibat dalam operasi militer di Timur Tengah yang menewaskan ribuan warga sipil, tidak ada sanksi yang dijatuhkan kepada kedua negara tersebut oleh Uni Eropa.

















































