Kapal Tanker Pertamina Pride
Fajar.co.id – Pergerakan kapal tanker Pertamina Pride di kawasan Selat Hormuz masih menjadi perhatian di tengah konflik geopolitik Timur Tengah. Berdasarkan pelacakan terbaru, kapal tersebut masih berada di kawasan Teluk Persia dan belum sepenuhnya keluar dari jalur rawan tersebut.
Data pelacakan kapal menunjukkan bahwa Pertamina Pride sebelumnya sempat tertahan dan masih menunggu kondisi aman untuk melanjutkan perjalanan menuju Indonesia.
Harusnya Tiba 2 April, Tapi Ada Kendala
Tanker jenis VLCC (Very Large Crude Carrier) ini awalnya dijadwalkan tiba di Indonesia pada 2 April 2026. Namun, situasi di lapangan membuat jadwal tersebut berpotensi meleset.
Menurut laporan, perjalanan dari Timur Tengah ke Indonesia biasanya memakan waktu sekitar 10–14 hari, sehingga keterlambatan akibat kondisi keamanan di Selat Hormuz menjadi faktor krusial.
Bahkan, hingga akhir Maret 2026, kapal masih terpantau berada di Teluk Persia dan belum bergerak signifikan menuju jalur keluar.
Respons Pemerintah dan Pertamina
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri bersama Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas Iran agar kapal bisa melintas dengan aman.
Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyebut telah ada sinyal positif dari Iran terkait izin melintas.
“Telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” tuturnya.
Sementara itu, pihak PIS juga menegaskan bahwa langkah teknis dan operasional masih dibahas sebelum kapal benar-benar melanjutkan pelayaran.
“PIS dan Kementerian Luar Negeri sedang membahas hal teknis agar kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” jelasnya.
Bukan Hanya Pertamina Pride
Selain Pertamina Pride, satu tanker lain yakni Gamsunoro juga mengalami situasi serupa. Keduanya sempat tertahan di kawasan Teluk Persia akibat meningkatnya tensi konflik di sekitar Selat Hormuz.

















































