Kapal induk milik Amerika Serikat dan menu MBG Ramadan yang baru-baru ini viral.
Fajar.co.id, Jakarta -- Kapal induk terbaru milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, kembali menjadi perbincangan publik. Kapal berbasis tenaga nuklir ini disebut-sebut sebagai salah satu simbol supremasi militer paling mutakhir di dunia.
Dibangun dengan anggaran sekitar 13 miliar dolar AS atau setara kurang lebih Rp 218 triliun, kapal induk kelas terbaru Angkatan Laut Amerika Serikat itu dirancang untuk berlayar lintas samudra dalam waktu panjang tanpa perlu pengisian bahan bakar konvensional. Di dalam lambungnya, puluhan pesawat tempur siap diterbangkan untuk berbagai operasi militer maupun pengamanan kawasan strategis.
Peneliti dari ISEAS – Yusof Ishak Institute, Made Supriatma, menilai kapal induk tersebut bukan sekadar alat tempur, melainkan instrumen politik global.
“Kapal seperti USS Gerald Ford itu pada dasarnya adalah simbol proyeksi kekuatan. Ia berfungsi sebagai ‘satpam’ kepentingan Amerika di berbagai perairan dunia,” ujar Made melalui akun media sosialnya, dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Namun, perbandingan anggaran kapal induk itu dengan program dalam negeri memantik diskusi di media sosial. Anggaran pembangunan USS Gerald Ford yang “hanya” Rp218 triliun dibandingkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut bisa menelan anggaran hingga Rp277 triliun, bahkan berpotensi meningkat di atas Rp300 triliun ketika cakupan penerima mencapai 82 juta orang.
Menurut Made, membandingkan keduanya sebenarnya tidak sepenuhnya sepadan karena berada dalam konteks yang sangat berbeda.

















































