FAJAR.CO.ID - Aksi viral seorang pria yang berjoget di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan mengaku mendapat insentif Rp6 juta per hari dari pemerintah memicu perhatian dan tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN). Pria tersebut ternyata memiliki tujuh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pengawasan ketat setelah ditemukan pelanggaran teknis.
BGN Ambil Langkah Tegas Setelah Temukan Pelanggaran
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyatakan kekecewaannya atas tindakan pria yang juga merupakan mitra pemilik SPPG tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan dan membekukan sementara operasional SPPG milik pria itu karena tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.
"Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend," jelas Nanik.
Teguran Keras dan Pengawasan Ketat Dilakukan
Lebih lanjut, Nanik menyampaikan bahwa Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN telah menemui pria tersebut dan memberikan teguran keras. Ia mengatakan telah menghubungi Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, yang sudah melakukan pertemuan dan memberikan peringatan kepada pria itu.
"Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras," katanya.
Pria Viral Miliki 7 Dapur MBG, Namun Mayoritas Belum Beroperasi
Terungkap bahwa pria yang viral berjoget tersebut memiliki tujuh dapur MBG atau SPPG. Namun, menurut Nanik, hanya satu dapur yang sudah mulai beroperasi sementara enam lainnya masih dalam proses pendirian dan belum berjalan.
"Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running," beber Nanik.

















































