Viral Layanan Starlink untuk Korban Banjir Dipatok Rp20 Ribu per Jam, Yusuf Dumdum : Gak Bisa Berkata Apa-apa Lagi

1 month ago 39
Yusuf Dumdum

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Di tengah kondisi Sumatra yang masih berjuang bangkit dari banjir bandang, muncul kabar yang membuat publik naik pitam. Layanan internet Starlink yang seharusnya bisa dipakai gratis oleh warga terdampak, diduga disewakan oleh oknum hingga Rp20 ribu per jam.

Laporan ini awalnya diunggaht oleh akun X @narraesya, yang membagikan curhatan seorang temannya di Langsa, Aceh, yang mengaku dikenakan biaya untuk mendapatkan akses hotspot Starlink.

“Teman saya di Langsa bilang, jaringan Starlink untuk korban banjir yang harusnya gratis malah disewakan 20 ribu per jam. Apa yang harus dilakukan? @elonmusk,” tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, terlihat tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan keluarga korban bencana harus membayar sebelum diberi password. Padahal mereka hanya ingin memberi kabar keselamatan kepada kerabat.

Tak hanya satu cerita. Warga lain juga mengaku mengalami hal serupa. Pengguna X @yinyuujun menyampaikan bahwa ada yang meminta biaya jauh lebih singkat tapi tetap mahal.

“Benar. Ada yang ditarik 5 ribu untuk 5 menit. Sudah saya bilangin itu gratis, tapi tetap saja ada oknum yang memanfaatkan situasi,” ujarnya.

Ada pula klaim jika layanan Starlink di Langsa memang berbayar karena perangkat yang dipakai merupakan milik pemerintah daerah.

Namun cerita tentang dua pria yang meminta bayaran Rp20 ribu per orang kepada warga yang melintas di jembatan Bener Meriah–Bireuen membuat situasi ini kian memicu emosi publik.

Di tengah ramainya keluhan, pihak Starlink akhirnya buka suara. Melalui akun resmi X mereka, Starlink menegaskan bahwa layanan internet bagi warga terdampak banjir gratis hingga akhir Desember.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:

Read Entire Article
Rakyat news| | | |