Jakarta – Dugaan aksi premanisme terhadap pedagang kecil kembali viral di media sosial setelah diunggah oleh Jhon Sitorus pada Jumat, 10 April 2026.
Dalam unggahannya, Jhon menuliskan:
“Diduga karena pedagang bakso malang di Tanah Abang tak memberi setoran 100 ribu, abang2 berbadan tegap ini memecahkan mangkok2 pejual bakso.
Menurut warga sekitar, pedagang bakso berhenti berjualan dan memilih pulang kampung.”
Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Berdasarkan narasi yang beredar, insiden itu terjadi karena pedagang bakso tidak memenuhi permintaan setoran harian sebesar Rp100 ribu. Akibatnya, seorang pria berbadan tegap diduga melakukan perusakan dengan memecahkan mangkuk-mangkuk milik pedagang tersebut.
Warga sekitar menyebut peristiwa itu berdampak besar terhadap korban. Pedagang bakso tersebut akhirnya memilih berhenti berjualan dan pulang ke kampung halaman karena merasa tertekan dan tidak aman.
Kasus ini dengan cepat menjadi viral dan menuai kecaman luas. Banyak warganet menyoroti masih maraknya praktik pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme yang menyasar pedagang kecil.
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan dan memastikan keamanan para pelaku usaha mikro, khususnya di kawasan perdagangan seperti Tanah Abang.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran maupun tindak lanjut atas peristiwa tersebut. Meski begitu, tekanan publik terus meningkat agar kasus ini segera diusut tuntas.


















































